Deteksi/Terapi

Penanganan pasien dilakukan dengan menggunakan metode Bicom Bioresonance yang merupakan salah satu pendekatan terapi biofisika. Dalam ilmu biofisika, setiap substansi terdiri dari energi dan memancarkan energi, termasuk juga tubuh manusia. Energi yang dipancarkan ini berbentuk gelombang dan mempunyai panjang gelombang yang berbeda serta spesifik.

Tubuh manusia mempunyai satu (1) spektrum gelombang individual yang normal serta dapat dideteksi. Adanya informasi gelombang lain, misalnya benda asing, gelombang elektromagnetik/geopati, logam/kimia, bekas luka/trauma, atau bahkan makanan yang sehari-hari kita konsumsi, dapat mengganggu pola normal tubuh, sehingga menimbulkan gangguan pada komunikasi antar sel tubuh. Gangguan ini seringkali dapat menimbulkan gejala klinis seperti alergi, migraine, nyeri pada tubuh, kelelahan yang berkepanjangan, gangguan pola tidur, bahkan hiperaktifitas pada anak-anak. Secara keseluruhan, ada sekitar 400 indikasi yang dapat ditangani oleh pendekatan terapi Bicom Bioresonance ini.

Prosedur terapi ini mencakup tahap-tahap sebagai berikut:

1. Informasi

Pasien akan menerima informasi mengenai terapi Bicom Bioresonace, bagaimana cara kerjanya, apa yang akan dilakukan selama sessi terapi, serta diskusi lebih lanjut dengan dokter atau staf ahli yang ada di setiap Bio E Therapy Center.

2. Identifikasi/Deteksi

Setelah pasien setuju untuk menjalani prosedur terapi ini (dengan menandatangani persetujuan deteksi dan terapi), dokter akan melakukan deteksi terhadap masalah dan keluhan pasien. Deteksi ini adalah salah satu cara untuk mengidentifikasi sumber masalah dari keluhan/penyakit pasien.

3. Terapi

Setelah identifikasi, pasien akan menjalani proses terapi. Sessi terapi berbeda-beda setiap individu, tergantung dari keluhan dan hasil identifikasinya. Prinsip dari terapi ini adalah memperbaiki komunikasi antar sel, supaya tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya:

-    Mengembalikan frekwensi komunikasi antar sel yang sudah tidak sinkron menjadi sinkron kembali.

-    Eliminasi gelombang-gelombang elektromagnetik/geopati yang dapat menganggu komunikasi antar sel.

-    Menghilangkan hambatan energi yang terjadi akibat bekas luka/trauma, infeksi kronis, gangguan metabolisme, dan berbagai macam kondisi tidak normal (patologis) dalam tubuh.

-    Inversi gelombang yang disebabkan oleh benda-benda asing yang mengacaukan komunikasi antar sel.

Untuk keterangan selanjutnya, silahkan menghubungi kami.